Rahasia Bisnis Orang Jepang (2. Bagaimana Jepang Menjadi Nomor Satu)


Jepang tidak memiliki sumber daya alam sendiri. Jepang selalu mengimport barang-barang alam dari penghasil terbesarnya. Namun begitu, Jepang memiliki hasil pertanian tertinggi di dunia.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Bukannya kondisi alam Jepang tidak mendukung hal tersebut?

Meskipun kondisi alam Jepang tidak memungkinkan untuk bertani, tetapi masyarakat tetap memaksimalkan penggunaan tanah. Karena penggunaan tanah di Jepang sangat tinggi dan ketat. Merka menanam padi di halaman rumah mereka. Mereka tidak membiarkan sejengkal tanah pun menjadi sia-sia.

Bangsa Jepang sukses untuk membuktikan keajaiban mereka dalam bidang ekonomi walaupun dengan kondisi yang serba kekurangan. Akan tetapi, keajaiban itu tidak spontan terjadi. Melainkan buh dari kerja keras dan ketekunan selama ini. Bangsa Jepang tidak pernah menunggu peluang datang, tetapi menciptakan peluang itu sendiri.

Banyak negara-negara di Asia yang menjadikan bangsa Jepang sebagai inspirasi negara mereka. Tetapi, belum ada satu negara pun yang bisa menyamai Jepang. Bahkan Korea Selatan sendiri. Korea Selatan sedang mengikuti Jepang. dibutuhkan waktu yang lama serta kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.

Mengapa negara-negara di Asia tidak ada yang seperti Jepang? Padahal kondisi fisik negara di Asia banyak yang melebihi negara Jepang. Hal itu semua dikarenakan kecekatan, keahlian, dan kecepatan pekerja-pekerja Jepang. Karena itu tidak mengherankan jika perekonomian Jepang bisa tumbuh dengan pesat.

Seorang pekerja di Jepang mampu melakukan pekerjaan lima orang pekerja di negara lain. Oleh karena itu, harga unuk seorang pekerja Jepang jauh lebih mahal dibandinakan negara lainnya. Mereka tidak banyak bicara dalam bekerja. Bagi mereka sangatlah penting mempersiapkan tugas yang diberikan secara maksimal.

Jika ada negara yang ingin menjadi seperti Jepang, maka negara itu harus mamiliki pekerja yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama. Selain itu, pekerja Jepang tidak terlalu pusing dengan bayaran. Mereka rela tidak dibayar untuk lembur.

Yang penting mereka telah mengerjakan tugas denga baik. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pekerja di Indonesia yang sangat mementingkan gaji. Padahal pekerjaan yang dilakakukan tidak maksimal. Tentu saja hal itu sangat menghambat perkembangan zindonesia sebagai negara maju.

Bangsa Jepang selalu ingin menjadi nomor satu dalam segala bidang. Awalnya barang produksi Jepang kurang diminati. Namun, berkat usaha dan kerja keras dalam menginovasi barang produksinya, produk Jepang mulai mendapat respon positif dari negara-negara di dunia. Bahkan sekarang produk Jepang menjadi produk terlaris di pasar global. Harga Jepang menawarkan srategi perdagangan yang disukain masyarakat.

Yaitu produk dengan harga terjangkau tapi memiliki kualitas yang bagus. Beberapa produk Jepang yang sudah diakui di duni adalah jam tangan, kendaraan bermotor, perangkat listrik, kapal, dan tekstil.

Organisasi Jepang
Sifat keorganisasian di Jepang sangat bagus. Karena lebih mementingkan kerja sama kelompok dari pribadi. Perundingan dan pembicaraan dapat menghasilkan hasil baik. Setiap anggota organisasi baik tingkat bawah sampai tingkat atas memiliki peranan dan kewajiban yang sama. Tidak ada pembedanya. Bahkan antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi. Dalam organisasi Barat, terdapat jurang pemisah antara atasan dengan bawahan. Sehingga tidak jarang terjadi masalah komunikasi diantara mereka. Untuk bertemu dengan atasan harus membuat janji terlebih dahulu.

Di Jepang, banyak pimpinan perusahaan yang berasal dari golongan bawah dan mengalami kenaikan secara perlahan. Oleh karena itu antara pimpinan dan bawahan lebih akrab dibanding dengan pimpinan AS. Kenaikan pangkat itu disesuaikan dengan prestasi, hasil, kemampuan, sikap terhadap pekerjaan, pengalaman, serta kemampuan dia dalam berorganisasi,. Sehingga para bawahan cenderung setia dengan pimpinannya, karena pekerja telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan pimpinan perusahaan.

Pimpinan tidak akan merasa malu untuk meminta bantuan kepada karyawannya, bahkan pimpinan perusahaan tersebut selalu menghargai karyawannya. Dengan begitu, antara pimpinan dan karyawan akan saling terbuka. Hal ini akan mengurangi terjadinya konflik diantara mereka. Tim merupakan pondasi dasar dalam organisasiusaha Jepang. Melalui tim kerja yang harmonis, hubungan yang baik akan terjalin sehingga motivasi dan semangat dalam bekerja dapat ditingkatkan.

Seni Pengelolaan Jepang
Bangsa Jepang sangat senang jika dilibatkan terhadap organisasi yang besar dan berprestasi. Mereka bangga jika telah memberikan kesetiaan dan keahlian mereka pada organisasi yang mereka ikuti. Ole karina itu, mereka selalu melakukan hal yang terbaik dalam lingkungan kerja mereka. Bangsa Jepang memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Inilah yang membuat Jepang sebagai negara penguasa ekonomi. Setiap keputusan yang dibuat mencerminkan sikap organisasi yang didukungnya. Mereka sanggup mengorbankan apa pun demi organisasi yang dijalankannya.

Selain itu, kemampuan orang Jepang menjadi hamba organisasi menjadikannya penguasa besar ekonomi. Walaupun dalam pengelolaan melemahkan bagsa Jepang secara individu, tetapi dari sisi lain, menghasilkan organisadi yang mantap dan kuat. pimpinan perusahaan selalu loyal terhadap karyawannya. Dengan demikian, para karyawan akan manyelesaikan pekerjaan yang ada.

 Seni pengelolaan di Jepang menitikberatkan pada kepentingan setiap anggota tanpa memandang status dan kedudukannya. Individu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan organisasi. Dalam mengambil keputusan, individu selalu memandang organisasi sebagai titik tolaknya. Seni pengelolaan Jepang harus dikembangkan untuk memberi perhatian kepada pembangunan manusia dan nilai kemanusiaan dalan pembangunanya. Jika hal ini sudah dilakukan, maka oranisasitidak prrlu khawatir dengan kinerja karyawannya. Sebelumnya <1

Judul Buku : Rahasia Bisnis Orang Jepang
Pengarang : Ann Wan Seng, Penerbit : Hikmah
Referensi

1 Response to "Rahasia Bisnis Orang Jepang (2. Bagaimana Jepang Menjadi Nomor Satu)"