Seni perang Sun Tzu ala Luiz Felipe Scolari


Kurang lebih duaribu tahun lalu, seorang ahli Cina, Sun Tzu, menulis buku yang diberi judul The Art of War”. Buku itu sedemikian terkenal bagi para panglima perang Cina, dan dijadikan panduan. Tapi yang lebih luar biasa dari Sun Tzu adalah, bahwa buku itu hingga kini digunakan oleh para manajer sebagai referensi “seni perang” dalam dunia manajemen. Hal itu dikarenakan strategi perang yang ditulis 2000 tahun lalu itu, sampai saat ini dinilai sangat jitu dalam menyusun strategi manajemen modern. Buku Sun Tzu, seolah menjadi buku wajib bagi para manajer dan tenaga marketing.




Pelatih kesebelasan club elite Inggeris, Chelsea, Luiz Felipe Scolari, juga tidak mau ketinggalan. Scolari mewajibkan setiap pemain Chelsea untuk membaca buku Sun Tzu. Scolari mengatakan bahwa para pemain bola punya banyak waktu untuk membaca, terutama ketika mereka berada di hotel. Scolari, pelatih yang sukses membawa beberapa kesebelasan nasional itu beralasan, bahwa strategi perang yang disusun Sun Tzu, juga dapat digunakan di “peperangan” lapangan hijau sepakbola.

“Kalau pemain (Chelsea) membaca buku The Art of War, paling tidak beberapa prinsip peperangan, akan diingat oleh para pemain”.

“Kalau mereka sedang bertanding di lapangan, setidaknya beberapa kalimat akan diingat, dan syukur-syukur bisa dilaksanakan. Dan itu akan meningkatkan kemampuan dan kualitas permainan”. Scolari mengatakan hal itu mengomenari kemenangan pertama Chelsea dalam kejuaraan Piala Champions UEFA 2008-2009 baru-baru ini.

Pernyataan Scolari itu tidak berlebihan. Bukankah pertandingan sepakbola, sesungguhnya adalah “peperangan lapangan hijau”, yang memerlukan strategi yang jitu. Kalau para “prajurit” sepakbola memahami dan menjiwai “seni perang” sebagaimana ditulis Sun Tzu, maka bila hal itu dilakukan pemain dengan baik, hasilnya akan luar biasa. Apalagi bila “jenderal perang” sepakbola yaitu pelatihnya sendiri dapat menentukan strategi yang jitu, kemenangan sudah yakin akan diraih. Itulah yang sedang dilakukan Scolari di klub Chelsea.
Agaknya seni perang Sun Tzu, tidak hanya berguna digunakan di medan perang, di manajemen, dan di dunia sepakbola, tapi juga dalam banyak aspek kehidupan. Untuk “menang” dalam perang kehidupan, manusia harus mengatur strategi agar tidak “kalah” di pertempuran dan di peperangan. Salah satu prinsip Sun Tzu yang paling terkenal adalah untuk mengenal “musuh”, atau “lawan” dengan baik, sebelum memulai suatu perang. Ketika “kekuatan” dan “kelemahan” lawan sudah diketahui, selanjutnya adalah menyusun strategi menghadapi kekuatan dan kelemahan lawan. Dan bila itu dilakukan, kemenangan, hanyalah tinggal menunggu waktu. Strategi iu juga sangat bermanfaat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan oleh seorang penjual bakso dengan gerobak dorong.


Referensi

2 Responses to "Seni perang Sun Tzu ala Luiz Felipe Scolari"