Jadi Mahasiswa Jangan Bingung




Rasanya ingin tertawa terus setiap kali ingat lontaran konyol Ir. Seno Hadi Sumitro tadi sore, ketika memberikan tausiyah sebelum buka bersama dalam acara silaturahim mahasiswa dengan Rektor UNS. 

Betapa tidak, dengan satir beliau mengatakan bahwa mahasiswa adalah golongan orang-orang yang kaya logika, tetapi kurang logistic. Tergantung yang menginterpretasikan saja sih. Nah, berawal dari sini aku kemudian tergerak untuk menulis tentang mahasiswa.
 
Kaya Logika
Benarkah mahasiswa itu kaya logika? Mungkin iya, tetapi logika yang seperti apakah. Jika itu dika
itkan dengan realita mahasiswa hari ini. Tentu logika apa yang lebih melekat di kalangan mahasiswa. Logika ekonomilah mungkin yang lebih dekat. 

Bagaimana kurikulum pendidikan kita sekarang mulai mengadopsi atau bahkan mengambil penuh dalam balutan yang rapi nilai-nilai kapitalisme barat yang liberal dan merusak tanpa disadari oleh yang mengambil maupun yang menerima.

Logika macam apa ini? Mahasiswa apa sudah melakukan logika pembenaran terhadap sistem kapitalis ini. Yang membuat setiap mahasiswa seperti kita bangga dan menyembah-nyembah ijazahnya. Yang membuat kita begitu terobsesi dengan bursa kerja, dan yang paling menyedihkan adalah bercita-cita untuk diri sendiri saja. 

Logika apa ini? Logika kaya, atau kaya logika. Sangat sulit diterima jika ini digunakan untuk mendefinisikan bahwa mahasiswa itu kaya logika. Logika kaya untuk sendiri itu teramat sederhana. Itu bukan ciri orang yang kaya logika.

 Jadi jika mahasiswa dikatakan kaya logika, maka itu pasti mereka-mereka yang selalu bermain api melakukan berbagai pembelaan atas realita sosial kemasyarakatan yang tidak baik di mana ketidakadilan dan penindasan baik kasar maupun halus makin mencengkeram kuat rakyat Indonesia.

Kurang Logistik

Kalau yang ini, boleh jadi iya. Sekaya apapun pergerakan mahasiswa dia pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kaum kapitalis Indonesia yang melekat pada diri para pengusaha kaya yang sulit didefinisikan karena jabatan politisi dan berbagai jabatan pemerintahan lain juga melekat pada diri mereka. 

Tidak semua sih, tetapi memang banyak kok sekarang pengusaha kapitalis lokal yang berhasil mengawinkan sistem kapitalis barat dengan sistem sosial lokal sehingga tercipta sistem korupsi strategis yang sangat menggurita, karena korupsinya tidak hanya atas dalih kebutuhan pribadi (dasar kapitalisme barat), tetapi juga untuk menyejahterakan rakyat (rakyatnya siapa? Kalo klan lo mah bener).

Dan inilah tantangan mahasiswa yang memang dicap kurang logistic. Amunisi kita terlalu sedikit untuk melawan dan menyuarakan ketidakadilan di negeri ini. Tapi kita punya kekuatan yang jauh lebih besar, yakni ukhuwah dan kesamaan visi sebagai pembaharu. 

Dengan ridho Allah dan kerja keras kita semua, mari coba kita pertahankan idealisme kita yang saat ini masih membara agar terus membara. Berkait erat untuk melawan segala godaan yang akan menjerumuskan kita ke dalam pusaran pragmatism dan komunikasi yang menjebak. Kita bebas untuk membela dan berjuang bersama rakyat. Hidup mahasiswa!

0 Response to "Jadi Mahasiswa Jangan Bingung "

Post a Comment