Kisah Cameron Johnson Jadi Miliarder di Usia 15 Tahun

Cameron Johnson memulai bisnis di usia sembilan atau sebelum lulus SMA. Ia diakui sebagai salah satu pengusaha muda paling sukses di dunia. Sebagai seorang remaja, ia memulai selusin bisnis menguntungkan pada umur 15 tahun. Tahun lalu ia ditunjuk menjadi pengusaha termuda Amerika oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo.

Seperti dilansir dari laman ciputraentrepreneurship.com, Cameron adalah seorang finalis pada Oprah Winfrey's first prime time series, The Big Give, yang disiarkan di ABC. Baru-baru ini, ia menjadi tuan rumah Season 4 dari Beat the Boss yang mengudara di BBC Inggris. Cameron memiliki beberapa proyek lainnya dan dia terus membagikan pesan di seluruh dunia. Buku terbarunya berjudul Shots sudah beredar sekarang.

Meski entrepreneurship telah berjalan di keluarga Cameron, orangtuanya tidak pernah mencoba membujuknya atau mengarahkan dirinya menjadi entrepreneur. "Itu hanya sesuatu yang saya lakukan setelah saya punya komputer pertama saya," kata Cameron. Walau dia menunggu sampai usia sembilan tahun untuk memulai bisnis komputernya, karier Cameron dimulai lebih cepat.

Bahkan sebagai seorang anak, Cameron telah tertarik untuk menjadi seorang pengusaha dan dia selalu bisa menjual produk apapun yang diletakkan di depannya. Pada usia tujuh tahun, ia menjual sayuran dari gerobak merah miliknya dari pintu ke pintu. Ketika ia berusia sembilan tahun Cameron adalah top seller penjual tiket K-12 di sekolahnya. Ia mampu menjual beberapa ratus tiket hanya dalam hitungan minggu. Ketika ia berada di kelas lima, ia menjual kertas pembungkus kado dan sekali lagi, Cameron menjadi top seller dengan mengungguli kawanya yang menempati posisi kedua dengan menjual dua kali lebih banyak.

Komputer pertamanya merupakan hadiah Natal dari orangtuanya. Hanya beberapa bulan kemudian, ia memulai bisnis pertama pencetakan kartu ucapan, alat tulis serta undangan untuk keluarga dan teman-temannya. Untuk mendukung bisnisnya, dia menggunakan komputer dan printer.

Tepat sebelum Cameron berumur sepuluh tahun, orangtuanya mengizinkannya untuk membuka rekening sendiri. Hal ini memungkinkan Cameron mempunyai kendali penuh atas keuangannya dan belajar untuk mengelola uang. Dari kegiatan menyetor dan menulis cek sampai belanja untuk perlengkapan kantor, Cameron belajar bagaimana mengelola uang dan bagaimana untuk melacak pengeluarannya. Cameron dibesarkan pada prinsip-prinsip memberi sesuatu kepada masyarakat dan lingkungannya dan pada usia yang sama ia mulai memberikan hadiah tahunan kepada gereja lokal.

Ketika berusia sebelas tahun, ia menerima beberapa lembar saham dari berbagai perusahaan, termasuk Disney dan CSX Railroad. Setelah menerima hadiah ini, ia menjadi sangat tertarik pada pasar saham dan mempelajari semua cara kerjanya. Ia segera menjual beberapa saham orangtuanya yang diberikan kepadanya dan juga menginvestasikan beberapa ribu dolar uangnya sendiri ke perusahaan pilihannya. Hanya dalam waktu beberapa tahun, ia telah melipat gandakan investasinya tujuh kali lebih besar.

Pada usia 15 tahun sebagai murid baru di sekolah menengah, perusahaan internetnya telah meningkatkan penjualan menjadi lebih dari US$ 15.000 per hari. Ia kemudian diminta untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat untuk FutureKids, sebuah perusahaan berbasis di Tokyo dan Sega of America yang pada saat itu, sedang membuat konsol Sega Dreamcast. Dia berkonsultasi dengan kedua perusahaan selama beberapa tahun.

Pada bulan Agustus 2000, ia didekati oleh seorang penulis laris jepang, yang ingin menjadi "ghost writing" otobiografi Cameron. Dia pun setuju dan buku ini diterbitkan beberapa bulan kemudian dan menjadi buku laris di Jepang.

Cameron menyadari sejak dini bahwa ia sangat beruntung dengan bisnisnya, ia menyadari bahwa bisnis dan kehidupan sosial adalah sesuatu yang harus disimpan terpisah. Pada kenyataannya sebagian besar teman-temannya bahkan tidak pernah tahu apapun tentang bisnisnya sampai ia berumur lima belas tahun, ketika itu ia telah dimuat di berita utama seluruh dunia. Cameron kuliah di Virginia Tech untuk periode singkat namun memutuskan untuk menunda kuliahnya.

Saat ini Cameron telah berusia 24 tahun. Ia menghabiskan waktu dengan bepergian dan menjadi pembicara di seluruh dunia. Dia juga terlibat dengan beberapa organisasi nirlaba. Ia berencana untuk untuk mempromosikan financial literacy di kalangan kaum muda. Buku terbarunya telah diterbitkan pada Januari 2007 oleh Free Press / Simon & Schuster dengan judul You Call the Shots: Succeed Your Way - And Live the Life You Want - With the 19 Essential Secrets of Entrepreneurship.

0 Response to "Kisah Cameron Johnson Jadi Miliarder di Usia 15 Tahun"

Post a Comment