Kisah Hary Tanoe Pengusaha Sukses Media, Ternyata Mantan Remaja Nakal

Suka Berkelahi, dan Bahkan Sempat di Drop Out Waktu Sekolah, Hary Tanoe Berhasil Bangkit dan Menjadi Raja Media Indonesia. Inspiratif!

Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo lahir di Surabaya, 26 September 1965. Anda mengenalnya sebagai Hary Tanoe (HT), pemimpin MNC Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Dengan kekayaan sebesar US$1,3 miliar, Forbes menempatkannya pada posisi #22 dalam daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia. Namun di balik itu, siapa sangka kalau di masa remajanya, penguasa media ini pernah kena dropout?

Kesalahan masa lalu tidak menentukan masa depan Anda.

Seperti dikutip dari laman studentpreneur.co, “Saya sewaktu SMA suka balap mobil dan grass track. Karena berkelahi terus, saya diskors. Sampai akhirnya tidak bisa ujian dan akhirnya dropout,” katanya.

Baru setelah dropout, HT berpikir perilaku ini harus diubah. Momen insafnya datang ketika sang Ibu memberikan nasehat padanya untuk mencontoh sosok sang Ayah yang sejak SD sudah tinggal mati orang tua hingga kemudian harus bekerja keras membiayai keenam anaknya dengan kelimpahan harta dan kesempatan. Maka, HT mati-matian mengejar ketertinggalan akibat tak belajar ketika SMA. Pada pertengahan 1980-an, ia lulus dengan ijasah persamaan setelah mengikuti ujian paket C.

Yang menentukan, adalah perjuangan Anda.

Setelah mendapat ijasah persamaan, HT berangkat ke Kanada. Di sana, ia belajar bisnis di Carleton University, dan dilanjutkan ke Ottawa University untuk gelar Master of Business. “Setelah lulus MBA, barulah saya punya visi. Saya harus menjadi pemain global,” katanya.

Pada Februari tahun 1990, ia pindah ke Jakarta tanpa pernah ke Jakarta sebelumnya. Ia mendirikan perusahaan sebelas hari setelah dirinya menamatkan perkuliahan.

“Orang saat ini banyak mengenal saya sebagai pengusaha media. Padahal sebelumnya saya punya perusahaan di bidang jasa keuangan.”

Saat ini, setelah hampir 25 tahun menjalani bisnis, perusahaannya mampu memperkerjakan 26 ribu karyawan intelek. “Karena bidang usaha saya meliput jasa, 78 persen karyawan kami berpendidikan sarjana. Dan melibatkan banyak intelektual,” paparnya.

Perjuangan, datangnya dari perubahan mental.

HT menyatakan bahwa perubahan karakter merupakan salah satu unsur paling penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Sebab, musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Tanpa menaklukkan aspek negatif dari diri sendiri, sulit bagi seseorang mengubah nasibnya.

“Praktis, musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Kita harus mengubah sifat-sifat negatif kita dulu,” tandasnya.

… dan faktor ingkungan.

“Hidup memang pilihan. Mau malas, mau rajin, mau bergaul dengan siapa, itu pilihan kita,” katanya. HT, selalu berupaya untuk mengelilingi dirinya dengan lingkungan yang tepat. Baginya, lingkungan sangat mempengaruhi mental dan karakter seseorang. HT mencontohkan betapa lingkungan sangat berpengaruh dalam hidupnya,

“Tahun 1990-1993 saya mengajar di Magister Managemen Universitas Indonesia. Saat itu saya banyak bergaul dengan orang-orang besar, sehingga itu membuat saya lebih matang dalam berfikir. Dalam melihat masalah,” tuturnya.

Menurut HT, kita lah pemegang nasib kita. Beliau telah membuktikan kerja kerasnya mampu mengubah nasib. Bagaimana menurut Anda? 

6 Responses to "Kisah Hary Tanoe Pengusaha Sukses Media, Ternyata Mantan Remaja Nakal"