Psikologi Investasi Dari Berbagai Investor di Indonesia

Psikologi memainkan peran penting dalam investasi. Banyak orang (termasuk investor berpengalaman) tidak menyadari pengaruh psikologi pada pengambilan keputusan seorang investor.

Di bawah ini, kami memperkenalkan dua konsep yang tidak hanya menarik, tetapi juga berguna dalam membantu Anda menghindari membuat keputusan investasi yang buruk, sebagaimanan dikutip dari laman imoney.co.id :

Menghindari Kerugian

Perhatikan eksperimen yang menarik ini: Jika ada pilihan antara

A) kerugian kecil, dan

B) peluang 50-50 kerugian besar atau balik modal

Mana yang akan Anda pilih?

Perhatikan juga pertanyaan ini: Seandainya pilihannya bukan rugi, tetapi antara

A) keuntungan kecil, dan

b) peluang 50-50 keuntungan besar atau balik modal

Sekarang apa yang akan Anda pilih?

Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda akan memilih pilihan kedua (yaitu opsi B) pada pertanyaan pertama, dan pilihan pertama (yaitu opsi A) di pertanyaan kedua.

Preferensi untuk “keuntungan pasti” dan “kerugian tidak pasti” umum terdapat pada para investor dan menjelaskan mengapa beberapa investor tetap menambah investasi di mana mereka mengalami kerugian, dan cepat menjual investasi yang telah untung.

Mental Accounting

Mental Accounting mengacu pada kecenderungan investor untuk secara mental menempatkan tujuan ke berbagai “kategori”. Mereka kemudian menetapkan bagian yang berbeda dari kekayaan mereka untuk memenuhi tujuan yang berbeda.

Misalnya, Anda berniat untuk membuat dua pembelian dalam jumlah besar – sebuah komputer dan TV. Alih-alih menilai total kekayaan Anda dan memutuskan apakah masuk akal untuk membuat salah satu pembelian, orang dengan mental accounting akan membagi kekayaan mereka dan mendedikasikan uang untuk setiap “tujuan”. Hal ini seperti memiliki dua toples tabungan terpisah berlabel “Computer” dan “TV”. Dan hanya melakukan pembelian ketika salah satu toples telah berisi cukup uang untuk pembelian.

Mental Accounting umumnya menyebabkan alokasi dana investasi yang buruk, namun itu adalah cara yang baik untuk menanamkan kontrol diri dan disiplin. Misalnya, dengan “menipu” diri Anda untuk menyingkirkan sejumlah tabungan Anda untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya melunasi kartu kredit Anda utang / kredit, menabung untuk pendidikan anak), Anda cenderung untuk tidak menghabiskan uang dan lebih mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.

0 Response to "Psikologi Investasi Dari Berbagai Investor di Indonesia"

Post a Comment